Ngambil gambar pun, pake kuda-kuda ;-) (Taken with instagram)
Get high, tak terkendali (Taken with instagram)
I dare you! (Taken with instagram)
Hammersonic Fest 2012 : Dan Akhirnya Saya Punya Malam Minggu (PART III)
Suffocation menjadi puncak dari perhelatan akbar malam itu. Dedengkot death metal tersebut menggerinda pendengaran para penonton malam itu. Dengan gerakan chopping hand khas yang dimiliki sang frontman, para penonton sing along tanpa henti dan juga tidak lupa untuk menirukan gerakan tangan Frank Mullen. Saya yang tidak terlalu terbiasa dengan metal sama sekali tidak merasa bosan dengan penampilan mereka malam itu karena pembawaan frank yang sangat ramah dan mampu memandu para metalhead untuk headbang sepuasnya malam itu. Dentuman drum suffo malam itu juga sangan apik yang menggoncang organ-organ tubuh para pendengar malam itu. Sangat keren.
Berniat untuk menunggu para punggawa band keren tersebut di depan tenda mereka untuk sekedar berfoto, namun terlalu lama untuk menunggu mereka disana karena saya berfikiran mereka butuh waktu untuk rehat sejenak. Ya sudahlah saya berfoto didepan photobooth Hammersonic 2012. Saya sangat gembira karena saya sudah punya Malam Minggu !! \m/
Hammersonic Fest 2012 : Dan Akhirnya Saya Punya Malam Minggu (PART II)
Rasa penasaran pun mendorong diri untuk langsung merasakan kerasnya dentuman nyanyian Psycroptic. Technical death metal tersebut kurang menggugah selera saya untuk menonton sehingga saya memilih untuk minum sejenak setelah berada di moshpit burgerkill yang berdebu. Yang saya salut adalah “pawang hujan” sangatlah pandai mengkondisikan awan pada malam itu. Ia menurunkan hujan sedikit demi sedikit untuk membuat Lap. D senayan tidak berkabut. Salut.
Penampilan berikutnya yang menarik saya untuk menontonnya adalah Deadsquad. Band metal allstar ini tampil tanpa choki, dan digantikan oleh gitaris band kawan mereka dan bisa mengimbangi irama yang dimainkan tepi. Membuat saya kagum adalah boni yang memainkan bass dengan rokoknya dan tiba-tiba ia mengganti kaos hitamnya dengan jersey AC MILAN ! Forza
Massa hitam dimalam itu tumpah dan wallf of death dan cicle pit tidak bisa dielakkan. Sangat terlihat jelas apresiasi para metalhead indonesia pada malam sabtu nan riang tersebut. (Sorry my word lol)
Setelah DS, Nile tampil dengan metal satu jari nya. Meskipun saya tidak terlalu paham dengan lagu mereka, tapi mereka menyampai kan pesan yang bernada timur tengah. Menarik. Yang saya kagumi adalah kecepatan tangan bassist mereka dan juga drummer mereka yang tangguh. Sound mereka juga lumayan apik diiringi dengan backsound keren seperti adzan dan yang lain. Hentakan nada mereka mampu menarik perhatian penonton dan para penonton sing along pada penampilan mereka.
Hammersonic Fest 2012 : Dan Akhirnya Saya Punya Malam Minggu (PART I)
Masih segar di ingatan sebelumnya saya ber-Ramones ria bersama MORFEM di Planet Hollywood pada malam jum’at (tidak tahu pasti apakah itu jum’at kliwon), keesokan harinya saya hanya memantau timeline yang berisi livetweet tentang festival yang termegah se-Asia Tenggara yaitu Hammersonic Festival 2012. Hal yang saya lakukan hanyalah ketawa cengengesan dan sedih karena tidak bisa menyaksikan D.R.I. yang merupakan dedengkot trash yang pada masa awalnya merekapakan band hardcore punk yang bernuansa old school, cepat dan kotor. Saya cuma bisa ngiri mendengar satu per satu kawan-kawan saya akan menggerinda telinganya di malam itu.
Keputusan untuk berangkat ke kampus dengan niat belajar buat UTS. Tapi, yang terjadi adalah tiduran di lorong kampus nan sejuk karena air conditioner-nya nan bersahaja. Di tengah keheningan, tiba-tiba buah berry hitam pun bergetar memberitahukan sebuah pesan masuk. Kalimat pertama yang muncul “Dil, mau nonton metal ga ?”. Sontak saya menjawab untuk setuju. Berangkaaat. Jadi nonton D.R.I. ! Sehabis maghrib langsung meluncur ke Lap. D senayan dengan skuter matic tercinta. Sialnya, saya ditilang di jalan sudirman karena *sigh saya melewati jalanan roda empat. Ya, soundtrack yang cocok untuk malam itu adalah “Pilih Sidang Atau Berdamai” ya saya mah pilih damai aja ya. :P
Sampai di venue berbarengan dengan Mr. Atar, dan sampai di depan ticket gate ia langsung menyodorkan kertas tersebut.
Wah ! All Access Jing ! dan yang langsung terlintas dipikiran adalah saya akan berbaur dengan dedengkot dedengkot metal yang ada di backstage. So Fuckin Rule !! Dan yap, dari pintu masuk saja sudah berbeda, saya masuk melalui gate khusus crew. So proud of my self. *grin
Penampilan pertama yang saya saksikan adalah, yep D.R.I. ! Saya merasa ditarik ke era 80an kembali. Crowd malam itu sangat bersemangat. Bayangkan saja, sepanjang penampilan mereka, circle pit tidak henti-henti berputar. Datang di lagu yang saya nanti-nanti “I don’t need society” dan memang terbukti energi mereka memang tidak ada matinya walaupun umur mereka tidak muda lagi.
Sangat deras dan cepat.
Penampilan selanjutnya yang tampil adalah Burgerkill. The one and only. Lagu lama dan lagu lagu lama mereka diperdengarkan. Secara Otomatis para begundal-begundal seakan dibacakan oleh burgerkill ayat-ayat surga yang membuat telinga dan kelaparan mereka akan metal terpenuhi.
Panggung yang megah dan lighting yang juga megah membuat penampilan Burgerkill di malam itu sangat keren yang membuat jeritan instumen mereka lebih garang.
Tanpa diragukan lagi, Grup musik yang satu ini memang heavy as fuck ! Burgerkill membakar pasarfestival malam rabu kemarin. Dan lagu Atur Aku yang merupakan lagu Puppen menjadi penutup pertunjukkan mereka. Di lagu tersebut vicky mengajak pasukan hitam untuk melakukan circlepit dan crowd pun menjadi pecah. Penonton meminta untuk encore, tetapi permintaan tersebut tidak bisa dikabulkan oleh burgerkill dikarenakan mereka harus berangkat ke kota selanjutnya untuk sebuah pertunjukkan.
Penantian menuju jam panggung mereka yang sangat panjang mengingat hujan tak kunjun g reda sampai akhirnya sekitar pukul satu mereka mengudara. MORFEM seakan telah menghanyutkan dengan riff-riff musik mereka yang deras ! penonton yang notabene sedikit tidak begitu menjadi masalah. Pria-pria keren tersebut tetap tampil maksimal dan menjadikan acara tersebut seakan private show menurut saya. Yang masih terngiang sampai sekarang adalah medley all RAMONES Hits song, tentu saja semangat malam itu smakin membara. Fuzz Punk, MORFEM.
No Remorse !
(Source: OBSOLETIS)